Nº. 1 of  72

Hey, Raisa!

Normal. Ordinary. Simple. Coventional. Uh, sucks!
Indefinable. Eccentric. Outrageous. Creative. That's life.

tinyfacts:

Impossible colors or forbidden colors are hues that cannot be perceived in ordinary viewing conditions from light that is a combination of various intensities of the various frequencies of visible light. Examples of impossible colors are bluish-yellow and reddish-green. This does not mean the muddy brown color created when mixing red and green paints, or the green color from mixing yellow and blue paints, but rather colors that appear to be similar to, for example, both red and green, or both yellow and blue. (Source) 

tinyfacts:

Impossible colors or forbidden colors are hues that cannot be perceived in ordinary viewing conditions from light that is a combination of various intensities of the various frequencies of visible light. Examples of impossible colors are bluish-yellow and reddish-green. This does not mean the muddy brown color created when mixing red and green paints, or the green color from mixing yellow and blue paints, but rather colors that appear to be similar to, for example, both red and green, or both yellow and blue. (Source

Selamat Jalan Kucingku Xena
Pagi ini pukul 10.30 WIB, Xena kucing tertua di keluarga kami tutup usia. Saya memberi nama itu seperti tokoh pahlawan Yunani. Xena mengalami kelumpuhan sejak 2 bulan lalu karena syaraf terjepit. Efek lainnya, ia juga suka kejang-kejang. Lama-kelamaan ia hanya bisa menggeret dua kaki belakangnya. Sejak seminggu kemarin Xena hanya mampu berbaring di kandang. Kata dokter hewan kami, tidak ada yang dapat dilakukan karena Xena sudah terlalu tua. Memang sudah waktunya. Menjelang akhir hayatnya, ibu saya telaten menyuapi dan membersihkan sekujur tubuh Xena yang dipenuhi bisul.
Sambil menatapnya menjelang nafas terakhirnya, saya melihat sebuah buku berjudul Mumi Kucing yang ditulis Jacqueline Wilson. Buku yang saya beli waktu SMP. Ceritanya tentang seorang anak perempuan bernama Verity dan kucing tuanya, Mabel. Mabel meninggal karena sudah terlalu tua. Verity tidak tega menguburkan Mabel di tanah yang dingin bersama cacing-cacing. Akhirnya ia memumikan Mabel. Tetapi saya tidak sekonyol Verity. Saya dan ibu menguburkan Xena dengan layak.
Terkenang 14 tahun yang lalu, Xena ikut berlari kesana kemari di dalam rumah melihat ibu saya panik saat kerusuhan Mei 98 (ada isu bahwa para penjarah itu mendekati komplek perumahan kami). Saya dengan polosnya bertanya “Ma Xena mau dibawa pakai apa? Jangan ditinggalin..” Saya meraih Xena ke pangkuan saya, sementara ibu kalut mengumpulkan baju dan barang-barang berharga. Syukurnya, para penjarah itu hanya isu belaka. Keluarga saya dan Xena tidak kurang suatu apapun. Saya kira Xena akan tetap ada hingga saya wisuda nanti, namun Tuhan berkata lain.
Itu adalah foto Xena yang diambil 2 bulan lalu.
Selamat jalan kucing tuaku, kucingku tersayang..

Selamat Jalan Kucingku Xena

Pagi ini pukul 10.30 WIB, Xena kucing tertua di keluarga kami tutup usia. Saya memberi nama itu seperti tokoh pahlawan Yunani. Xena mengalami kelumpuhan sejak 2 bulan lalu karena syaraf terjepit. Efek lainnya, ia juga suka kejang-kejang. Lama-kelamaan ia hanya bisa menggeret dua kaki belakangnya. Sejak seminggu kemarin Xena hanya mampu berbaring di kandang. Kata dokter hewan kami, tidak ada yang dapat dilakukan karena Xena sudah terlalu tua. Memang sudah waktunya. Menjelang akhir hayatnya, ibu saya telaten menyuapi dan membersihkan sekujur tubuh Xena yang dipenuhi bisul.

Sambil menatapnya menjelang nafas terakhirnya, saya melihat sebuah buku berjudul Mumi Kucing yang ditulis Jacqueline Wilson. Buku yang saya beli waktu SMP. Ceritanya tentang seorang anak perempuan bernama Verity dan kucing tuanya, Mabel. Mabel meninggal karena sudah terlalu tua. Verity tidak tega menguburkan Mabel di tanah yang dingin bersama cacing-cacing. Akhirnya ia memumikan Mabel. Tetapi saya tidak sekonyol Verity. Saya dan ibu menguburkan Xena dengan layak.

Terkenang 14 tahun yang lalu, Xena ikut berlari kesana kemari di dalam rumah melihat ibu saya panik saat kerusuhan Mei 98 (ada isu bahwa para penjarah itu mendekati komplek perumahan kami). Saya dengan polosnya bertanya “Ma Xena mau dibawa pakai apa? Jangan ditinggalin..” Saya meraih Xena ke pangkuan saya, sementara ibu kalut mengumpulkan baju dan barang-barang berharga. Syukurnya, para penjarah itu hanya isu belaka. Keluarga saya dan Xena tidak kurang suatu apapun. Saya kira Xena akan tetap ada hingga saya wisuda nanti, namun Tuhan berkata lain.

Itu adalah foto Xena yang diambil 2 bulan lalu.

Selamat jalan kucing tuaku, kucingku tersayang..

mirror.me

Usually tweets about The Beatles

Aliran Baru Dalam Kancah Musik Indonesia

Quite Different Things

Katharine: I wanted to meet the man who could write a long paper with so few adjectives.

Almasy: Well, a thing is still a thing, no matter what you place in front of it. Big car, slow car, chauffeur-driven car, broken car. lt’s still a car.

Geoffrey: Not much use, though.

Katharine: Love? Romantic love, platonic love, filial love. Quite different things, surely.

(The English Patient)

Nº. 1 of  72